Affandiramzani's Blog

Desember 15, 2009

Dampak el nino dan la nina terhadap sektor kelautan

Filed under: Uncategorized — affandiramzani @ 1:12 pm

Bagi Indonesia sendiri, WOC hanya akan bermakna, bila sejumlah kesepakatan yang dihasilkannya dapat mendukung pembangunan kelautan nasional secara berkelanjutan.

Agar tujuan WOC itu tercapai, Indonesia secara elegan memaparkan kebijakan dan program pembangunan kelautan nasional yang selama ini telah memberikan kontribusi terhadap penyelamatan laut dunia. Kita juga perlu mengajak masyarakat internasional untuk membantu kita dalam menjadikan laut Nusantara selain sebagai sumber kesejahteraan bangsa, juga sebagai pengendali iklim global dan penyedia fungsi penunjang kehidupan (life-supporting functions) dunia.

Kelautan nasional

Sebagai negara maritim dan kepulauan terbesar di dunia dengan tiga per empat wilayahnya berupa laut (5,8 juta km2) yang mempersatukan lebih dari 17.500 pulau, dan dikelilingi oleh 81.000 km garis pantai (terpanjang kedua setelah Kanada), wilayah pesisir dan lautan Indonesia mengandung kekayaan alam yang luar biasa besar dan beragam. SDA (sumber daya alam) itu ada yang terbarukan (seperti perikanan, senyawa bioaktif untuk berbagai industri bioteknologi, terumbu karang, mangrove, rumput laut, dan padang lamun); yang tak terbarukan (seperti minyak dan gas bumi, gas hidrat, bijih besi, timah, bauksit, emas, tembaga, mangan, dan mineral lain); serta energi kelautan termasuk energi pasang surut, gelombang, angin, dan OTEC (Ocean Thermal Energy Conversion).

Segenap SDA dan jasa-jasa lingkungan laut itu telah kita manfaatkan sejak lamanya melalui berbagai kegiatan (sektor) pembangunan termasuk perikanan tangkap, perikanan budidaya (mariculture dan tambak), industri bioteknologi, pertambangan dan energi, pariwisata bahari, transportasi dan komunikasi, serta industri dan jasa maritim. Pada tahun 2007 kontribusi sejumlah sektor kelautan tersebut terhadap perekonomian nasional sekitar 25% GDP (US$ 100 miliar), jauh lebih kecil ketimbang potensi totalnya sebesar US$ 800 miliar per tahun.

Ekosistem laut tropis Indonesia juga merupakan pendendali dinamika iklim global seperti El-Nino (kekeringan), La-Nina (banjir), dan ENSO (El-Nino Southern Oscillation). Karena memiliki hamparan terumbu karang, padang lamun, dan rumput laut terluas di dunia, laut Indonesia dapat menyerap karbon lebih besar ketimbang wilayah laut lainnya. Secara global, ekosistem laut dunia menyerap karbon sekitar 92 miliar ton/tahun, dan melepaskannya sebesar 90 miliar ton/tahun (UNEP, 2009). Lebih dari itu, sebagai pusat dari segi tiga karang dunia (Coral Triangle), laut Indonesia memiliki keanekaragaman hayati tertinggi dan merupakan pusat plasma nutfah lautan dunia. Laut Nusantara yang menghubungkan Samudera Pasifik dan Hindia juga merupakan daerah pemijahan (spawning grounds), daerah asuhan (nursery grounds), tempat mencari makan (feeding grounds), dan alur ruaya (migartory routes) cetaceans (paus dan dolpin), ikan tuna, cakalang, dan ikan pelagis besar lainnya.

Tak heran, bila pola pembangunan kelautan di masa lalu dicirikan oleh rendahnya muatan IPTEK, kurang efisien, top-down, dan ekstraktif kurang mengindahkan kelestarian lingkungan dan SDA. Akibatnya, sebagian besar nelayan dan masyarakat pesisir (65%) masih terlilit kemiskinan. Sementara itu, kerusakan ekosistem pesisir vital (mangroves, terumbu karang, estuaria, dan pantai), pencemaran, overfishing, pengikisan biodiversity, dan tekanan lingkungan lainnya melanda beberapa wilayah pesisir (seperti Selat Malaka, Pantura, sebagian P. Bali, Pantai Selatan Sulsel, antara Balikpapan dan Bontang, dan estuaria S. Aijkwa di Papua) pada tingkat yang telah mengancam kapasitas keberlanjutan ekosistem pesisir dan lautan untuk mendukung pembangunan ekonomi di masa mendatang.

kesimpulan

Oleh sebab itu, selain memasukkan isu kelautan ke dalam setiap perundingan dan kesepakatan internasional tentang perubahan iklim global, dan disepakatinya Coral Triangle Initiative (CTI), Indonesia juga harus menjadikan WOC sebagai momentum untuk menggalang dukungan internasional dalam mewujudkan pembangunan kelautan nasional secara efisien, adil, dan berkelanjutan. Dukungan pertama adalah berupa transfer teknologi dari negara-negara industri maju tentang metoda dan teknik pendayagunaan sumberdaya kelautan secara produktif, efisien, dan ramah lingkungan. Investasi langsung yang produktif, saling menguntungkan, dan berkelanjutan di bidang kelautan dari para investor negara-negara maju di Indonesia juga mesti dipacu lebih tinggi guna memerangi pengangguran dan kemiskinan sesuai target MDG’s (Millenium Development Goals).

Yang kedua adalah agar negara-negara yang selama ini melakukan penangkapan ikan secara ilegal (Illegal fishing) dan kejahatan lingkungan di wilayah perairan teritorial, nusantara, dan ZEE Indonesia sepakat secara hukum (legally binding) tidak lagi mempraktekkan kegiatan terlarang ini. Demikian juga halnya dengan negara pemilik kapal-kapal tanker, niaga, dan lainnya yang melintasi ALKI (Alur Laut Kepulauan Indonesia) harus sepakat tidak lagi membuang limbah melebihi ketentuan internasional (seperti MARPOL) ke wilayah laut Indonesia. Yang terakhir, WOC juga harus menelorkan kesepakatan global tentang perdagangan internasional yang bebas dan adil (free and fair trade) terkait dengan segenap barang dan jasa kelautan.

Apabila hasil WOC ini dibarengi dengan perubahan paradigma pembangunan nasional, dari berbasis daratan menjadi berbasis kelautan dan kepulauan, maka diyakini pada 2030 Indonesia bakal menjadi negara maju yang makmur dan berdaulat.

Mei 19, 2010

resume ekologi laut tropis

Filed under: Uncategorized — affandiramzani @ 2:49 pm

Resume Mata Kuliah Ekologi Laut Tropis

Julius Mathys Sapija (230210080034)
Afandi Ramzani (230210080023)

Materi :

1. Pengenalan Ekologi Bahari
2. Ekologi Laut Tropis ( habitat, relung, adaptasi dan evolusi )
3. Niche / relung4. Siklus Biogeokimia5. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan secara Terpadu.
6. Ekosistem

1. Pengenalan Ekologi Bahari

Ekologi Bahari terdiri dari dua kata, yaiut ekologi dan bahari. Menurut Ernest Haekal, zoology Jerman (1834-1914), ekologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat tinggal dan logos yang berarti ilmu. Sedangkan bahari secara umum berarti sesuatu yang berkaitan dengan perairan. Jadi ekologi bahari adalah ilmu yang mempelajari interaksi anatara biotik dan abiotik di daerah perairan.

2. Ekologi Laut Tropis

Salah satu ekologi bahari adalah ekologi laut tropis. Ekologi laut tropis merupakan penghubung antar bagian benua, sumber bahan makanan pelengkap dari makanan di daratan, Sumber mineral dan energi fosil (minyak bumi).

Karakteristik Laut Tropis :

  • Sinar matahari terus menerus sepanjang tahun
  • Keanekaragaman tinggi
  • Sumber makanan, mineral dan hasil laut tinggi

3. Niche/Relung

Niche/relung adalah suatu proses interaksi organisme terhadap lingkungannya. jadi niche tidak hanya meliputi ruang atau tempat yang di tinggali organisme, tetapi juga peranannya dalam komunitas, dan posisinya pada gradient lingkungan, temperatur, kelembapan, pH, tanah, dan kondisi lain.
Niche tidak tergantung pada organisme itu hidup, tetapi juga pada apa yang dilakukan organisme termasuk mengubah energi, bertingkah laku, bereaksi, mengubah lingkungan fisik maupun biologi dan bagaimana organisme di hambat oleh organisme lain.
Aliran energi pada niche :

Interaksi yang terjadi pada niche :

Netral : kambing dan kucing

Kompetisi : kambing dan kerbau

Predasi : harimau dan hewan kecil

Mutualisme : Kerbau dan beruang

Komensalisme : Anggrek dan tumbuhan

Parasitisme : Hewan dan bekteri

Antibiosa/amensalisme : Alelopaty dari gulma

Faktor pembatas pada niche :

  • Cahaya
  • Suhu
  • Nutrien
  • Lingkungan

4. Siklus Biogeokimia

Siklus Biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. siklus tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik.
Fungsi siklus biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang mengembalikan semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga.
siklus-siklus biogeokimia antara lain; siklus air, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus karbon, dan siklus fosfor. Dan yang akan di bahas disini hanya tiga, yaiut siklus nitrogen, siklus karbon, dan siklus fosfor.

Siklus Nitrogen (N2)

Jumlah gas nitrogen (N2) di atmosfer mencapai 80%. bentuk nitrogen di udara dapat berbentuk amonia (NH3), molekul nitrogen (N2), dinitrit oksida (N2O), nitrogen oksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), asam nitrit (HNO2), asam nitrat (HNO3), basa amino (R3-N) dan lain-lain. Nitrogen juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/petir (Elektrisasi). tumbuhan menerima nitrogen dalam tanah dalam bentuk amonia (NO3), ion nitrit (NO2-), dan ion nitrat (NO3-). beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar legum dan akar tumbuhan lain misalnya Marsiella crenata. Selain itu, terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob. Nostoc sp. dan Anabaena sp.(ganggang biru) juga mampu menambat nitrogen. Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia. Amonia diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri. Amonia ini akan dinitrifikasi oleh bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus sehingga menghasilkan nitrat yang akan diserap oleh akar tumbuhan. Selanjutnya oleh bakteri denitrifikan, nitrat diubah menjadi amonia kembali, dan amonia diubah menjadi nitrogen yang dilepaskan ke udara. Dengan cara ini siklus nitrogen akan berulang dalam ekosistem.

Aliran energi pada siklus nitrogen :Siklus Karbon Dan Oksigen

Siklus karbon merupakan siklus biogeokimia terbesar. karena banyak di gunakan, 45% karbon digunakan untuk pertumbuhan, 45% untuk respirasi dan 10% untuk DOC. Proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler bertanggung jawab atas perubahan dan pergerakan utama karbon. Naik turunnya CO2 dan O2 atsmosfer secara musiman disebabkan oleh penurunan aktivitas Fotosintetik. Dalam skala global kembalinya CO2 dan O2 ke atmosfer melalui respirasi hampir menyeimbangkan pengeluarannya melalui fotosintesis.Akan tetapi pembakaran kayu dan bahan bakar fosil menambahkan lebih banyak lagi CO2 ke atmosfir. Sebagai akibatnya jumlah CO2 di atmosfer meningkat. CO2 dan O2 atmosfer juga berpindah masuk ke dalam dan ke luar sistem akuatik, dimana CO2 dan O2 terlibat dalam suatu keseimbangan dinamis dengan bentuk bahan anorganik lainnya. Di atmosfer terdapat kandungan COZ sebanyak 0.03%. Sumber-sumber COZ di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap pabrik. Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk berespirasi. Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama akan membentuk batubara di dalam tanah. Batubara akan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar C02 di udara. Di ekosistem air, pertukaran C02 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organismeheterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, COz yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah C02 di air.

Aliran energi pada siklus karbon :
Siklus Fosfor

Di alam fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (tada tumbuhan dan hewan) dan anorganik (pada air dan tanah). Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik, begitu juga dengan batu dan fosil yang terkikis akan menjadi fosfat anorganik, yang kemudian fosfat anorganik itu akan terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen dasar laut. lalu akan di serap lagi oleh komponen organik (hewan dan tumbuhan).

Aliran energi pada fosfor :
5. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu

Salah satu pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan yaitu dengan cara Integrated Coastal Zone Management adalah Pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian secara menyeluruh (Comprehensive assessment).

Potensi SDA Pesisir dan Laut

  • Terumbu karang menyediakan berbagai barang dan jasa untuk makanan dan mata pencaharian, pariwisata, sumber bahan obat dan kosmetik, habitat Perlindungan dan bertelur
  • Mangrove nursery ground, spawning, dan feeding ground banyak spesiesikan dan udang dan memberikan perlindungan terhadap gelombang
  • Lamun/seagrass nursery ground, daerah pencarian makan bagi mamalia laut
  • Rumput laut/seaweed pangan dan obat-obatan

Pesisir

Pesisir adalah Wilayah peralihan antara laut dan daratan, ke arah darat mencakup daerah yang masih terkena pengaruh percikan air laut atau pasang, dan ke arah laut meliputi daerah papaan benua

Kerusakan Pesisir

  • Estuaria : Laju sedimentasi menyebabkan pendangkalan
  • Mangrove : Luas wilayah mangrove berkurang 70% selama 70 tahun terakhir
  • Konversi menjadi tambak udang
  • Menjadi bahan bakar dan arang (ekspor banyak dilakukan di daerah Riau)
  • penambangan
  • Pembangunan pantai (pemukiman), perkebunan (kelapa sawit) dan pertanian
  • Padang lamun : Kehilangan 30-40% selama 50 tahun terakhir
  • Reklamasi lahan
  • Masuknya limbah yang tidak diolah
  • Pembangunan pelabuhan dan bangunan laut
  • Terumbukarang : Eksploitasi sumberdaya perikanan
  • Pengambilan karang untuk bahan bangunan dan pembuangan limbah
  • Pariwisata dan ledakan populasi biota yang menjadi mangsanya

Lautan dan estuaria
Lautan, merupakan satu kesatuan dari permukaan, kolom air sampai ke dasar dan bawah dasar laut. Di luar batas wilayah teritorial (3 sampai 12 mil) sebagai wilayah laut.
Estuaria adalah teluk di pesisir yang sebagian tertutup, tempat air tawar dan air laut bertemu dan becampur

Ancaman Yang Terjadi Pada Terumbu Karang, Lamun Dan Mangrove

  • Pencemaran minyak dan industri
  • Sedimentasi akibat erosi, penebangan hutan, pengerukan dan penambangan karang
  • Peningkatan suhu permukaan laut
  • Buangan limbah panas dari pembangkit tenaga listrik
  • Pencemaran limbah domestik dan kelimpahan nutrien
  • Penggunaan sianida dan bahan peledak untuk menangkap ikan
  • Perusakan akibat jangkar kapal • Pengerukan dan pengurugan dari aktivitas pembangunan (pemukiman pinggir laut, pelabuhan, industri dan saluran navigasi)
  • Pencemaran limbah industri terutama logam berat dan senyawa organoklorin
  • Pembuangan sampah organik
  • Pencemaran limbah pertanian
  • Pencemaran minyak dan industri
  • Perubahan hutan mangrove menyebabkan gangguan fungsi ekologi mangrove:
  • Konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak, pemukiman, pertanian, pelabuhan dan perindustrian
  • Pencemaran limbah domestik dan bahan pencemar lainnya
  • Penebangan ilegal

6. Ekosistem

Ekosistem yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik/interaksi antara komponen biotik dan abiotikKomponen Biotik : hewan dan tumbuhanKomponen Abiotik : air, udara dan tanah

Komponen ekosistem di klasifikasikan berdasarkan tingkat makan-memakan (trophic level), yaitu:

  • Autotrophic adalah organism yang mampu mensistesis makanannya sendiri yang berupa bahan organic dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil)
  • Heterotropic menyusun kembali dan menguraikan bahan-bahan organic kompleks yang telah mati ke dalam senyawa anorganik sederhana Penyusun ekosistem terdiri dari Komponen abiotik (medium), produsen, kosumen, dan pengurai.

Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem menjadi dua macam:

  • Ekosistem alam : laut, sungai, hutan alam, danau alam, dan lainnya
  • Ekosistem buatan : sawah, kebun, hutan tanaman, tambak, bendungan (misalnya waduk Jatiluhur).

Ekosistem di bagi menjadi 2 tipe, yaitu:

Ekosistem terestris (daratan)

  • Ekosistem hutan
  • Ekosistem padang rumput
  • Ekosistem gurun
  • Ekosistem anthropogen atau buatan(sawah, kebun, danlainnya)

Ekosistem akuatik (perairan)

  • Ekosistem air tawar, misalnya kolam, danau, sungai, dan lainnya
  • Ekosistem lautan

Faktor penyebab perbedaan Ekosistem

  • Perbedaan kondisi iklim (hutan hujan, hutan musim, hutan savana)
  • Perbedaan letak dari permukaan laut, topografi, dan formasi geologik (zonasi pada pegunungan, lereng pegunungan yang curam, lembah sungai)
  • Perbedaan kondisi tanah dan air tanah (pasir, lempung, basah, kering)

April 30, 2010

resume mata kuliah ekolatrop

Filed under: Uncategorized — affandiramzani @ 6:12 pm

1. Pengenalan Ekologi Bahari
2. Ekologi Laut Tropis ( habitat, relung, adaptasi dan evolusi )
3. Niche / relung4. Siklus Biogeokimia5. Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Pesisir dan Lautan secara Terpadu.
6. Ekosistem

1. Pengenalan Ekologi Bahari

Ekologi Bahari terdiri dari dua kata, yaiut ekologi dan bahari. Menurut Ernest Haekal, zoology Jerman (1834-1914), ekologi berasal dari bahasa Yunani, yang terdiri dari dua kata, yaitu oikos yang artinya rumah atau tempat tinggal dan logos yang berarti ilmu. Sedangkan bahari secara umum berarti sesuatu yang berkaitan dengan perairan. Jadi ekologi bahari adalah ilmu yang mempelajari interaksi anatara biotik dan abiotik di daerah perairan.

2. Ekologi Laut Tropis

Salah satu ekologi bahari adalah ekologi laut tropis. Ekologi laut tropis merupakan penghubung antar bagian benua, sumber bahan makanan pelengkap dari makanan di daratan, Sumber mineral dan energi fosil (minyak bumi).

Karakteristik Laut Tropis :

  • Sinar matahari terus menerus sepanjang tahun
  • Keanekaragaman tinggi
  • Sumber makanan, mineral dan hasil laut tinggi

3. Niche/Relung

Niche/relung adalah suatu proses interaksi organisme terhadap lingkungannya. jadi niche tidak hanya meliputi ruang atau tempat yang di tinggali organisme, tetapi juga peranannya dalam komunitas, dan posisinya pada gradient lingkungan, temperatur, kelembapan, pH, tanah, dan kondisi lain.
Niche tidak tergantung pada organisme itu hidup, tetapi juga pada apa yang dilakukan organisme termasuk mengubah energi, bertingkah laku, bereaksi, mengubah lingkungan fisik maupun biologi dan bagaimana organisme di hambat oleh organisme lain.
Aliran energi pada niche :

Interaksi yang terjadi pada niche :

Netral : kambing dan kucing

Kompetisi : kambing dan kerbau

Predasi : harimau dan hewan kecil

Mutualisme : Kerbau dan beruang

Komensalisme : Anggrek dan tumbuhan

Parasitisme : Hewan dan bekteri

Antibiosa/amensalisme : Alelopaty dari gulma

Faktor pembatas pada niche :

  • Cahaya
  • Suhu
  • Nutrien
  • Lingkungan

4. Siklus Biogeokimia

Siklus Biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan kembali lagi ke komponen abiotik. siklus tersebut tidak hanya melalui organisme, tetapi juga melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik.
Fungsi siklus biogeokimia adalah sebagai siklus materi yang mengembalikan semua unsur-unsur kimia yang sudah terpakai oleh semua yang ada di bumi baik komponen biotik maupun abiotik, sehingga kelangsungan hidup di bumi dapat terjaga.
siklus-siklus biogeokimia antara lain; siklus air, siklus oksigen, siklus nitrogen, siklus karbon, dan siklus fosfor. Dan yang akan di bahas disini hanya tiga, yaiut siklus nitrogen, siklus karbon, dan siklus fosfor.

Siklus Nitrogen (N2)

Jumlah gas nitrogen (N2) di atmosfer mencapai 80%. bentuk nitrogen di udara dapat berbentuk amonia (NH3), molekul nitrogen (N2), dinitrit oksida (N2O), nitrogen oksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), asam nitrit (HNO2), asam nitrat (HNO3), basa amino (R3-N) dan lain-lain. Nitrogen juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/petir (Elektrisasi). tumbuhan menerima nitrogen dalam tanah dalam bentuk amonia (NO3), ion nitrit (NO2-), dan ion nitrat (NO3-). beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar legum dan akar tumbuhan lain misalnya Marsiella crenata. Selain itu, terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob. Nostoc sp. dan Anabaena sp.(ganggang biru) juga mampu menambat nitrogen. Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia. Amonia diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri. Amonia ini akan dinitrifikasi oleh bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus sehingga menghasilkan nitrat yang akan diserap oleh akar tumbuhan. Selanjutnya oleh bakteri denitrifikan, nitrat diubah menjadi amonia kembali, dan amonia diubah menjadi nitrogen yang dilepaskan ke udara. Dengan cara ini siklus nitrogen akan berulang dalam ekosistem.

Aliran energi pada siklus nitrogen :Siklus Karbon Dan Oksigen

Siklus karbon merupakan siklus biogeokimia terbesar. karena banyak di gunakan, 45% karbon digunakan untuk pertumbuhan, 45% untuk respirasi dan 10% untuk DOC. Proses timbal balik fotosintesis dan respirasi seluler bertanggung jawab atas perubahan dan pergerakan utama karbon. Naik turunnya CO2 dan O2 atsmosfer secara musiman disebabkan oleh penurunan aktivitas Fotosintetik. Dalam skala global kembalinya CO2 dan O2 ke atmosfer melalui respirasi hampir menyeimbangkan pengeluarannya melalui fotosintesis.Akan tetapi pembakaran kayu dan bahan bakar fosil menambahkan lebih banyak lagi CO2 ke atmosfir. Sebagai akibatnya jumlah CO2 di atmosfer meningkat. CO2 dan O2 atmosfer juga berpindah masuk ke dalam dan ke luar sistem akuatik, dimana CO2 dan O2 terlibat dalam suatu keseimbangan dinamis dengan bentuk bahan anorganik lainnya. Di atmosfer terdapat kandungan COZ sebanyak 0.03%. Sumber-sumber COZ di udara berasal dari respirasi manusia dan hewan, erupsi vulkanik, pembakaran batubara, dan asap pabrik. Karbon dioksida di udara dimanfaatkan oleh tumbuhan untuk berfotosintesis dan menghasilkan oksigen yang nantinya akan digunakan oleh manusia dan hewan untuk berespirasi. Hewan dan tumbuhan yang mati, dalam waktu yang lama akan membentuk batubara di dalam tanah. Batubara akan dimanfaatkan lagi sebagai bahan bakar yang juga menambah kadar C02 di udara. Di ekosistem air, pertukaran C02 dengan atmosfer berjalan secara tidak langsung. Karbon dioksida berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang akan terurai menjadi ion bikarbonat. Bikarbonat adalah sumber karbon bagi alga yang memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan organisme heterotrof lain. Sebaliknya, saat organisme air berespirasi, COz yang mereka keluarkan menjadi bikarbonat. Jumlah bikarbonat dalam air adalah seimbang dengan jumlah C02 di air.

Aliran energi pada siklus karbon :
Siklus Fosfor

Di alam fosfor terdapat dalam dua bentuk, yaitu senyawa fosfat organik (tada tumbuhan dan hewan) dan anorganik (pada air dan tanah). Fosfat organik dari hewan dan tumbuhan yang mati diuraikan oleh dekomposer (pengurai) menjadi fosfat anorganik, begitu juga dengan batu dan fosil yang terkikis akan menjadi fosfat anorganik, yang kemudian fosfat anorganik itu akan terlarut di air tanah atau air laut akan terkikis dan mengendap di sedimen dasar laut. lalu akan di serap lagi oleh komponen organik (hewan dan tumbuhan).

Aliran energi pada fosfor :
5. Pengelolaan Sumber Daya Wilayah Pesisir dan Lautan Secara Terpadu

Salah satu pengelolaan sumber daya wilayah pesisir dan lautan yaitu dengan cara Integrated Coastal Zone Management adalah Pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan jasa-jasa lingkungan yang terdapat di kawasan pesisir dengan cara melakukan penilaian secara menyeluruh (Comprehensive assessment).

Potensi SDA Pesisir dan Laut

  • Terumbu karang menyediakan berbagai barang dan jasa untuk makanan dan mata pencaharian, pariwisata, sumber bahan obat dan kosmetik, habitat Perlindungan dan bertelur
  • Mangrove nursery ground, spawning, dan feeding ground banyak spesiesikan dan udang dan memberikan perlindungan terhadap gelombang
  • Lamun/seagrass nursery ground, daerah pencarian makan bagi mamalia laut
  • Rumput laut/seaweed pangan dan obat-obatan

Pesisir

Pesisir adalah Wilayah peralihan antara laut dan daratan, ke arah darat mencakup daerah yang masih terkena pengaruh percikan air laut atau pasang, dan ke arah laut meliputi daerah papaan benua

Kerusakan Pesisir

  • Estuaria : Laju sedimentasi menyebabkan pendangkalan
  • Mangrove : Luas wilayah mangrove berkurang 70% selama 70 tahun terakhir
  • Konversi menjadi tambak udang
  • Menjadi bahan bakar dan arang (ekspor banyak dilakukan di daerah Riau)
  • penambangan
  • Pembangunan pantai (pemukiman), perkebunan (kelapa sawit) dan pertanian
  • Padang lamun : Kehilangan 30-40% selama 50 tahun terakhir
  • Reklamasi lahan
  • Masuknya limbah yang tidak diolah
  • Pembangunan pelabuhan dan bangunan laut
  • Terumbukarang : Eksploitasi sumberdaya perikanan
  • Pengambilan karang untuk bahan bangunan dan pembuangan limbah
  • Pariwisata dan ledakan populasi biota yang menjadi mangsanya

Lautan dan estuaria
Lautan, merupakan satu kesatuan dari permukaan, kolom air sampai ke dasar dan bawah dasar laut. Di luar batas wilayah teritorial (3 sampai 12 mil) sebagai wilayah laut.
Estuaria adalah teluk di pesisir yang sebagian tertutup, tempat air tawar dan air laut bertemu dan becampur

Ancaman Yang Terjadi Pada Terumbu Karang, Lamun Dan Mangrove

  • Pencemaran minyak dan industri
  • Sedimentasi akibat erosi, penebangan hutan, pengerukan dan penambangan karang
  • Peningkatan suhu permukaan laut
  • Buangan limbah panas dari pembangkit tenaga listrik
  • Pencemaran limbah domestik dan kelimpahan nutrien
  • Penggunaan sianida dan bahan peledak untuk menangkap ikan
  • Perusakan akibat jangkar kapal • Pengerukan dan pengurugan dari aktivitas pembangunan (pemukiman pinggir laut, pelabuhan, industri dan saluran navigasi)
  • Pencemaran limbah industri terutama logam berat dan senyawa organoklorin
  • Pembuangan sampah organik
  • Pencemaran limbah pertanian
  • Pencemaran minyak dan industri
  • Perubahan hutan mangrove menyebabkan gangguan fungsi ekologi mangrove:
  • Konversi hutan mangrove menjadi lahan tambak, pemukiman, pertanian, pelabuhan dan perindustrian
  • Pencemaran limbah domestik dan bahan pencemar lainnya
  • Penebangan ilegal

6. Ekosistem

Ekosistem yaitu suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik/interaksi antara komponen biotik dan abiotikKomponen Biotik : hewan dan tumbuhanKomponen Abiotik : air, udara dan tanah

Komponen ekosistem di klasifikasikan berdasarkan tingkat makan-memakan (trophic level), yaitu:

  • Autotrophic adalah organism yang mampu mensistesis makanannya sendiri yang berupa bahan organic dari bahan-bahan anorganik sederhana dengan bantuan sinar matahari dan zat hijau daun (klorofil)
  • Heterotropic menyusun kembali dan menguraikan bahan-bahan organic kompleks yang telah mati ke dalam senyawa anorganik sederhana Penyusun ekosistem terdiri dari Komponen abiotik (medium), produsen, kosumen, dan pengurai.

Berdasarkan proses terjadinya, ekosistem menjadi dua macam:

  • Ekosistem alam : laut, sungai, hutan alam, danau alam, dan lainnya
  • Ekosistem buatan : sawah, kebun, hutan tanaman, tambak, bendungan (misalnya waduk Jatiluhur).

Ekosistem di bagi menjadi 2 tipe, yaitu:

Ekosistem terestris (daratan)

  • Ekosistem hutan
  • Ekosistem padang rumput
  • Ekosistem gurun
  • Ekosistem anthropogen atau buatan(sawah, kebun, danlainnya)

Ekosistem akuatik (perairan)

  • Ekosistem air tawar, misalnya kolam, danau, sungai, dan lainnya
  • Ekosistem lautan

Faktor penyebab perbedaan Ekosistem

  • Perbedaan kondisi iklim (hutan hujan, hutan musim, hutan savana)
  • Perbedaan letak dari permukaan laut, topografi, dan formasi geologik (zonasi pada pegunungan, lereng pegunungan yang curam, lembah sungai)
  • Perbedaan kondisi tanah dan air tanah (pasir, lempung, basah, kering)

Desember 15, 2009

Hello world!

Filed under: Uncategorized — affandiramzani @ 1:10 pm

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Blog di WordPress.com.